Jumat, 11 Januari 2019

Mereka itu tidak berakar. [Lukas 8:13]


Jiwaku, periksalah dirimu pagi ini dengan cahaya dari teks ini. Engkau sudah menerima firman dengan sukacita; perasaan-perasaanmu sudah tergolak dan engkau begitu terkesan dengannya; tapi, ingatlah, bahwa menerima firman di telinga adalah hal yang cukup berbeda dengan menerima Yesus ke dalam lubuk jiwamu; perasaan yang dangkal sering kali berkaitan dengan kerasnya hati, dan rasa kagum terhadap firman tidak selalu yang terus bertahan. Dalam perumpamaan ini, ada kasus ketika benih itu jatuh pada tanah yang berbatu-batu, yang hanya dilapisi tanah yang tipis; ketika benih itu mulai berakar, pertumbuhannya ke bawah terhalang batu yang keras, sehingga menyebabkan benih itu menghabiskan tenaganya untuk menaikkan tunas hijaunya setinggi mungkin, tanpa memiliki kelembaban di dalamnya yang berasal dari gizi dari akarnya, maka ia pun kering. Apakah ini yang terjadi padaku? Pernahkah aku menunjukkan baiknya diriku dalam daging tanpa memiliki hidup batiniah yang baik pula? Pertumbuhan yang baik adalah bertumbuh ke atas dan ke bawah pada saat yang sama. Apakah aku berakar pada kesetiaan dan kasih yang tulus kepada Yesus? Jika hatiku tetap tidak menjadi lunak dan subur oleh anugerah, benih yang baik itu dapat bertunas sebentar, tapi pada akhirnya pastilah menjadi kering, sebab benih itu tidak dapat berkembang dengan baik di atas hati yang berbatu-batu, tidak gembur, dan tidak disucikan. Hendaklah diriku takut pada kesalehan yang tumbuhnya secepat dan bertahannya hanya sesebentar pohon jarak Yunus [Yunus 4:6-7]; hendaklah diriku menghitung harganya menjadi pengikut Yesus, dan lebih dari segalanya hendaklah diriku merasakan tenaga dari Roh Kudus-Nya, kemudian baru aku akan memiliki benih yang tinggal tetap dan bertahan di dalam jiwaku. Jika pikiranku tetap keras kepala sesuai keadaan alamiahnya dahulu, terik surya pencobaan akan menghanguskan, dan hatiku yang keras akan memperkuat panas sinarnya itu dan menjatuhkannya pada benih yang tidak terlindung dengan benar, dan kepercayaanku akan segera mati, dan rasa putus asaku akan sungguh berat; karena itu, oh Penabur surgawi, gemburkan aku terlebih dahulu, kemudian sinari aku dengan kebenaran, agar aku dapat menghasilkan bagi-Mu panen yang melimpah.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.