Jumat, 18 Januari 2019

Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. [Ibrani 4:9]


Betapa lainnya kondisi orang percaya di surga dibandingkan dengan kondisi di sini! Di sini, dia lahir untuk bekerja dan menjadi letih, tetapi di negeri kekekalan, kecapekan itu tidak pernah dikenal. Meski dia gelisah ingin melayani Tuannya, dia mendapati kekuatannya tidak sebanding dengan semangatnya. Tangisannya yang terus-menerus ialah: "Tolong aku melayani-Mu, oh Allahku.” Jika dia sungguh aktif, dia akan memiliki banyak pekerjaan; tidak terlalu banyak seperti niatnya, tetapi lebih dari cukup berdasarkan kekuatannya, sehingga dia akan berteriak, “Aku tidak letih karena pekerjaan ini, tapi aku keletihan dalam pekerjaan ini." Ah, orang Kristen! Hari keletihan yang panas ini tidaklah berlangsung selamanya; matahari sudah mendekati cakrawala, dan akan terbit lagi dengan hari yang lebih cerah daripada yang pernah Anda lihat pada tanah yang penghuninya siang malam melayani Allah -- akan tetapi, pada saat yang sama, beristirahat dari kerja kerasnya. Di sini, istirahat hanyalah sebagian, di sana, istirahat itu sempurna. Di sini, orang Kristen selalu gelisah; dia merasa ada saja yang belum dicapai, tetapi di sana, semuanya beristirahat; mereka telah mencapai puncak gunung itu; mereka telah naik ke pangkuan Allah mereka. Mereka tidak bisa naik lebih tinggi lagi. Ah, pekerja yang lelah, pikirkan sajalah saat Anda akan beristirahat selama-lamanya! Bisakah Anda membayangkan semua itu? Itulah peristirahatan yang kekal; peristirahatan yang “tinggal tetap”. Di sini, kenikmatan terbesarku tertera "fana" di keningnya. Bunga yang indah melayu; cangkirku yang mungil menyisakan ampasnya; burung-burungku yang paling manis terjatuh oleh panah Maut; hari-hariku yang paling menyenangkan terisi bayang-bayang malam; dan gelombang pasang kenikmatanku surut menjadi duka. Tapi di sana, segalanya abadi; harpa tidak pernah berkarat, mahkota tidak keropos, mata tidak lesu, suara tidak meluruh, hati tidak gamang, dan makhluk-makhluk yang kekal itu seluruhnya seutuhnya menyerapi kegembiraan yang tak terbatas. Hari yang bahagia! Bahagia! saat kematian ditelan kehidupan, dan Sabat Kekal akan dimulai.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.