Sabtu, 16 Maret 2019

Sebab aku menumpang pada-Mu. [Mazmur 39:12] [1]


Ya, O Tuhan, bersama Engkau aku seorang asing, bukannya aku asing bagi Engkau. Semua keterasingan alamiku dari pada-Mu, telah kasih karunia-Mu hapuskan secara efektif; dan sekarang, dalam persekutuan dengan Engkau sendiri, aku berjalan melalui dunia yang penuh dosa ini sebagai musafir di negara asing. Engkau orang asing di dunia-Mu sendiri. Manusia melupakan Engkau, tidak menghormati Engkau, membuat peraturan baru dan adat-istiadat yang asing, dan tidak mengenal Engkau. Ketika Anak-Mu yang Engkau kasihi datang kepada milik kepunyaan-Nya sendiri, mereka tidak menerima-Nya. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya [Yohanes 1:10]. Burung yang berbintik di antara penghuni sarangnya tidaklah lebih asing daripada Anak-Mu yang terkasih di antara saudara-saudara ibu-Nya. Maka tidak heran apabila kemudian diriku yang menghidupi kehidupan Yesus akan menjadi tidak dikenal dan terasing di bawah sini. Tuhan, aku tidak akan menjadi warganegara di mana Yesus adalah seorang asing. Tangan-Nya yang tertusuk paku telah melonggarkan tali yang pernah mengikat jiwaku ke bumi, dan sekarang aku menemukan diriku sebagai orang asing di negeri itu. Bagi orang-orang Babel tempat aku tinggal ini, perkataanku dianggap suatu bahasa asing, sopan santunku dianggap ganjil, dan tindakanku dianggap aneh. Seorang dari bangsa Tartar pun masih lebih merasa berada di rumahnya ketika ia berada di jalan Cheapside [2] daripada diriku di antara orang-orang berdosa yang terus menghantuiku. Tapi justru inilah bagianku yang manis: Aku ini orang asing bersama Engkau. Engkau dan aku sesama penderita, sesama peziarah. Oh, betapa sukacitanya mengembara di dalam persekutuan yang diberkati seperti ini! Hatiku berkobar-kobar oleh cara Engkau berbicara kepadaku, dan meskipun aku seorang pendatang, aku jauh lebih diberkati daripada mereka yang duduk di atas takhta, dan jauh lebih merasa berada di rumah daripada mereka yang tinggal di tempat tinggal mereka yang beratap.

    "Tiada tempat atau saat tersisa bagiku:
    Negeriku ada di setiap iklim;
    Aku bisa tenang dan bebas dari kuatir
    Di pantai manapun, sebab Allah di sana.
    Tempat-tempat kita cari, atau kita hindari,
    Di mana pun jiwa tidak menemukan kebahagiaan:
    Tapi dengan Allah yang membimbing jalan kita,
    Pergi maupun tinggal sama-sama bersukacita."
____________________
[1] Dalam KJV, I am a stranger with thee. Aku seorang asing bersama Engkau.
[2] Cheapside, sebuah jalan di London.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.