Kamis, 16 Mei 2019

Yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. [1 Timotius 6:17]


Tuhan kita Yesus selalu memberi, dan sekali pun tidak pernah Dia menarik tangan-Nya. Selama ada perangkat anugerah yang belum terisi penuh, minyak Allah tidak akan berhenti tertuang. Dia seperti matahari yang selalu bersinar; Dialah mana yang selalu turun di sekitar perkemahan; Dialah batu karang di padang gurun, yang selalu menyemburkan air dari sisinya yang dipukul [Keluaran 17:6]; hujan anugerah-Nya selalu tercurah; sungai berkat-Nya selalu mengalir, dan sumur kasih-Nya terus-menerus meluap. Sebagaimana Sang Raja tidak bisa mati, anugerah-Nya tidak pernah berhenti. Setiap hari kita memetik buah-Nya, dan setiap hari ranting-Nya merunduk ke tangan kita dengan rahmat yang baru. Ada tujuh hari pesta dalam setiap minggu-Nya, dan ada begitu banyak perjamuan yang diadakan dalam tahun-tahun-Nya. Siapa yang pernah kembali dari pintu-Nya tanpa diberkati? Siapa yang pernah bangkit berdiri dari meja-Nya dengan tidak puas, atau dari pelukan-Nya tanpa berbahagia? Rahmat-Nya baru setiap pagi dan segar setiap malam [Ratapan 3:22-23]. Siapa yang bisa menghitung kebaikan-Nya, atau mengingat semua berkat-Nya? Setiap butir pasir yang terjatuh dari jam pasir masih terlalu lambat mengikuti bermacam-macam kemurahan-Nya. Sayap jam-jam kita dilapisi oleh perak kebaikan-Nya, dan oleh emas kasih sayang-Nya. Sungai waktu membawa kemurahan-Nya turun dari gunung kekekalan. Bintang-bintang yang tak terhitung hanyalah merupakan pembawa panji-panji berkat-Nya yang lebih tak terhitung lagi. Siapakah yang menghitung debu berkat yang Dia berikan kepada Yakub, dan siapakah yang dapat membilang bondongan-bondongan Israel? [Bilangan 23:10] Bagaimanakah jiwaku bisa meninggikan Dia yang setiap hari memenuhi kita sarat dengan berkat, dan yang memahkotai kita dengan kasih dan kebaikan-Nya? O, biarlah pujianku bisa mengalir tanpa henti seperti berkat-Nya! O lidah celaka, bagaimana mungkin engkau terdiam? Bangunlah, kumohon, kalau tidak engkau bukan lagi kemuliaanku, melainkan nodaku. "Bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar." [Mazmur 108:3]

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.