Sabtu, 18 Agustus 2018

Orang-orang asing telah memasuki tempat-tempat kudus di rumah TUHAN. [Yeremia 51:51]


Dalam tulisan ini, muka umat TUHAN ditutupi dengan rasa malu, karena orang-orang asing dapat masuk ke dalam Ruang Kudus yang khusus bagi para imam saja adalah hal yang parah. Di sekitar kita, kita menemukan penyebab penderitaan yang serupa dengan itu. Berapa banyak orang-orang fasik sekarang belajar untuk masuk dalam pelayanan! Betapa dosa yang mengerikan, mendapati bahwa semua populasi kita berdasarkan nama saja dimasukkan dalam keanggotaan Gereja Nasional [di Inggris, abad ke-19]! Betapa menakutkannya bahwa ketetapan-ketetapan [baptisan dan perjamuan kudus] dilaksanakan bagi orang yang belum bertobat, padahal di antara gereja-gereja yang mendapat pencerahan lebih di daerah kita kedisiplinan itu dilaksanakan secara longgar. Jika ribuan orang yang akan membaca bagian ini semuanya membawa masalah ini ke hadapan Tuhan Yesus hari ini, Ia akan turut campur dan mencegah kejahatan yang akan datang atas Gereja-Nya. Mencampuri Gereja adalah mencemarkan sumur, menuangkan air di atas api, menabur ladang yang subur dengan batu. Semoga kita semua memiliki kasih karunia untuk mempertahankan kemurnian Gereja melalui cara kita masing-masing yang benar, sebagai sekumpulan orang percaya, dan bukan sebuah bangsa atau sebuah komunitas yang belum diselamatkan yang terdiri dari orang-orang yang belum bertobat.

Semangat kita, bagaimanapun juga, dimulai di rumah. Mari kita memeriksa diri kita sendiri tentang hak kita untuk makan di meja Tuhan. Mari kita melihat bahwa kita telah mengenakan pakaian pernikahan kita, jangan sampai kita sendirilah yang menjadi penyusup di tempat-tempat kudus TUHAN. Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih [Mat 22:14]; jalannya sempit, dan pintunya sesak [Mat 7:13]. Oh, karena kasih karunia kita dapat datang kepada Yesus secara benar, dengan iman umat pilihan Allah. Dia yang memukul Uza karena menyentuh tabut sangat cemburu akan dua ketetapan-Nya; sebagai orang percaya sejati saya dapat mendekatinya secara bebas, sebagai orang asing saya tidak boleh menyentuhnya atau saya mati. Menyelidiki hati adalah tugas semua orang yang dibaptis atau yang datang ke meja Tuhan. "Selidikilah aku, ya Allah, kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku." [Mazmur 139:23]

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.