Senin, 10 Desember 2018

Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. [1 Tesalonika 4:17]


Bahkan kunjungan yang termanis dari Kristus, betapa pendeknya — dan betapa sebentarnya! Satu waktu kita melihat Dia, dan kita gembira dengan sukacita yang penuh kemuliaan dan tidak terkatakan, namun sedikit waktu berlalu dan kita tidak melihat-Nya, karena Kekasih kita menarik diri-Nya dari kita; seperti kijang atau rusa muda melompati gunung-gunung pemisah, Ia telah pergi ke dataran rempah-rempah, dan tidak lagi menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung [Kidung Agung 2:16].

    “Jika hari ini Ia sudi memberkati kita
    Dengan rasa pengampunan dosa
    Esok Ia mungkin menyesakkan kita,
    Membuat kita merasakan tulah di dalam.”

Oh, betapa manisnya pengharapan akan masa di saat kita tidak lagi melihat Dia dari kejauhan, tetapi melihat-Nya berhadapan muka: ketika Ia tidak lagi seperti pelancong yang menginap semalam saja, melainkan dalam kekekalan membungkus kita dalam pangkuan kemuliaan-Nya. Kita tidak akan melihat-Nya untuk beberapa musim, tapi

    “Berjuta tahun mata kita akan kagum
    menjelajahi keindahan Juruselamat kita;
    Tak terhitung zaman kita akan puja
    keajaiban kasih-Nya.”

Di surga, gelisah dan dosa tidak lagi menghalangi; tangisan tidak lagi meremangkan mata kita; hal duniawi tidak lagi mengaburkan pikiran kita yang berbahagia; kita tidak lagi memiliki hambatan untuk memandang terus-menerus kepada Matahari Kebenaran dengan mata yang tidak pernah letih. Oh, jika melihat-Nya sekali-kali saja sudah begitu manisnya, terlebih lagi memandang wajah suci itu, ketika tak ada awan yang bergulir menghalangi, dan tak perlu memalingkan mata kita kepada dunia yang letih dan celaka! Hari penuh berkat, kapankah engkau tiba? Terbitlah, Oh surya yang takkan terbenam! Indera sukacita dapat meninggalkan kita sesegera yang diinginkannya, sebab hal ini akan menggantikannya. Jikalau mati berarti memasuki persekutuan dengan Yesus tanpa halangan, maka benarlah bahwa mati adalah keuntungan, dan tetesan kelam itu ditelan laut kemenangan.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.